26 Februari 2024 21:11


kabupaten serang”Warta-Terkini

Bupati serang ratu tatu chsanah,se,m,ak,membuka langsung
Program Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), resmi dimulai di kecamatan gunungsari Kamis (01/04/2021).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di dampingi ketua dprd bahrul ulum dan kepala dinas disdukcapil dan kepala dinas dikominfo Anas, hadiri pula camat gunungsari,turun langsung mendampingi tim penggerak desa (TPD) selaku kader pendata saat mendata sejumlah keluarga di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang.

Dalam rangkaian tersebut Tatu chsanah mengajak masyarakat untuk aktif menerima kader pendata dan memberikan informasi yang akurat. “Pendataan keluarga dilakukan secara nasional dan akan mencatat informasi keluarga sebagai acuan perencanaan pembangunan,” kata Tatu”tuturnya

Tatu juga memberikan semangat kepada kader pendata yang turun ke lapangan. Ia berpesan agar dalam proses pendataan melaksanakan protokol kesehatan. “Pandemi belum selesai, kita juga harus sama-sama mengingatkan agar tetap menjalankan proses pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Tatu meminta organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa turut menyukseskan program ini. “Program ini harus dijadikan momentum bagi kita semua untuk memperbaiki data. Terutama data tentang keluarga, yang bisa memotret kondisi stunting, hingga program keluarga berencana,” katanya.

Diketahui, program pendataan keluarga 2021 dilakukan mulai 1 April hingga 31 Mei 2021. Kegiatan ini bagian dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengungkapkan, pendataan menargetkan 450.004 keluarga dan melibatkan kader pendata. Yakni TPD, pos KB, kader posyandu, dan unsur masyarakat lain,

“Terdiri atas 2.874 kader pendata, 326 supervisor, 29 manajer pengelola data, dan 29 manajer data. Semua akan melakukan proses pendataan sesuai tugasnya masing-masing,” ungkapnya.

Baca:  Banyak Masyarakat Adat, Pemprov Banten Ajukan Perda Pemerintahan Desa Adat

Pendataan keluarga tahun 2021, kata Tarkul, diharapkan menghasilkan data yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses dilakukan mulai dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan, serta pemanfatan data kependudukan. “Ini adalah program nasional yang harus disukseskan oleh seluruh warga Negara,” katanya.(@#inan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *